1. Terdapat 4
Sumber Pembiayaan Pembangunan, antara lain :
a. Tabungan
Sukarela
Tabungan masyarakat adalah bagian pendapatan masyarakat yang
tidak dibelanjakan untuk keperluan memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari,
tetapi disimpan. Tabungan masyarakat ini dapat dibedakan menjadi tabungan
sukarela dan tabungan paksaan. Tabungan sukarela atau “voluntary saving”
apabila diorganisasikan dapat berwujud Tabanas, Premi Asuransi, deposito
berjangka, dan sebagainya. Biasanya dana dalam bentuk ini dikelola oleh bank
maupun lembaga asuransi untuk dipinjamkan kepada investor dalam melakukan usahanya
guna peningkatan produksi atau pendapatan. Keuntungan para penabung pada
umumnya berupa bunga, kecuali untuk pemegang polis asuransi dimana mereka
memperoleh jaminan yang berupa “claim” untuk menghindari risiko yang berat
dengan pengorbanan yang relatif kecil. Keuntungan pihak bank berupa penerimaan
bunga yaitu selisih antara bunga yang diterima karena menyalurkan dana dalam
bentuk pinjaman atau kredit untuk investasi dan bunga yang dibayarkan kepada
penyimpan dana atau penabung atau para pemegang polis. Sedangkan bagi para
investor ada keuntungan karena tersedia dana untuk keperluan dan
pengembangannya.
b. Tabungan
Pemerintah
Tabungan pemerintah merupakan kelebihan pendapatan
pemerintah dari pajak dan sumber – sumber lainnya, setelah pendapatan itu
digunakan untuk pengeluaran rutin. Pendapatan pemerintah terutama diperoleh
dari pemungutan berbagai pajak.
- Pajak Sebagai Sumber Pendapatan Pemerintah
Berbagai jenis pajak yang dipungut perintah biasanya
dibedakan dalam dua golongan, yaitu pajak langsung (derect taxes) dan
pajak tidak langsung (indirect taxes)
- Beberapa Kebijakan Untuk Menaikan Pendapatan dari Pajak
Sebagai salah satu kebijakan untuk mempercepat proses
pembangunan perlulah dilakukan usaha untuk meningkatkan tabugan pemerintah.
Tjunan ini hanya dapat di capai apabila tingkat pertambahan pendapatan
pemerintah berkembang lebih cepat dari tingkat pengeluaran rutin pemerintah.
-Syarat untuk Menaikan Pendapatan Pajak Langsung
Di negara berkembang masih terdapat kemungkinan untuk
menaikan penerimaan pemerintah dari pajak langsung, terutama dari pajak
pendapatan dan pajak kekayaan.
Harus di akui bahwa meningkatkan penerimaan pemerintah dari
sumber tersebut akan menghadapi kesulitan.
- Meningkatkan Penerimaan Pajak dari Sektor Pertanian
Salah satu langkah untuk mengatasinya adalah menciptakan
sesuatu sistema perpajakan yang sesuai agar pendapatan pajak dari sektor
pertanian, yang merupakan sektor terbesar di negara berkembang dapat
ditingkatkan. Cara kedua adalah mengenakan pajak atas hasil dari tanah
tersebut.
- Meningkatkan Penerimaan dari Pajak Kekayaan
Satu jenis pajak langsung lain yang masih dapata diharapkan
untuk menaikkan pendapatan pemerintah dari pajak adalah pajak kekayaan. Pajak
seperti ini dapat dikenakkan kepada kekeyaan seseorang yang beupa tanah, rumah
dan bangunan.
-Meningkatkan Penerimaan dari Pajak Perusahaan
Satu sumber penting lain pendapatan pemerintah dari pajak
langsung adalah pajak pendapatan perusahaan.
c. Tabungan
Paksa
Masyarakat mau tidak harus mengurangi konsumsinya karena
berkurangnya pendapatan akibat pembayaran pajak. Unit ekonomi Rumah Tangga
mengurangi konsumsi, Unit ekonomi Perusahaan mengurangi investasi dan Unit
ekonomi Pemerintah mengurangi pengeluaran Pemerintah. Sama halnya dengan
unit-unit ekonomi yang lain. Pemerintah juga membeli barang dan jasa untuk
melakukan kegiatannya. Dalam hal pengenaan pajak, pemerintah memaksa unit-unit
ekonomi yang lain untuk mengurangi pendapatan mereka dengan cara membayar pajak
kepada pemerintah. Hasil pembayaran unit ekonomi rumah tangga dan perusahaan
diterima Pemerintah sebagai penerimaan Pemerintah atau penerimaan Negara.
Sumber penerimaan negara ini dapat berasal dari pajak langsung dan pajak tidak
langsung. Pajak langsung adalah pajak yang dalam artian ekonomi bebnnya tidak
dapat digeserkan kepada pihak lain oleh si wajib pajak. Sedangkan pajak tidak
langsung merupakan pajak yang bebannya dapat dilimpahkan atau digeserkan kepada
pihak lain. Dalam artian administrasi, yang dimaksud dengan pajak langsung
adalah pajak yang dipungut atas dasar surat ketetapan pajak (kohir), sebaliknya
pajak tidak langsung adalah pajak yang dipungut tanpa menggunakan surat
ketetapan pajak. Pajak di samping mempengaruhi (mengurangi) besarnya konsumsi
juga mengurangi besarnya jumlah yang ditabung, karena besarnya pendapatan
setelah dikenai pajak pasti dipakai untuk konsumsi dan atau ditabung. Setiap
kebijakan harus dihubungkan dengan pengaruh-pengaruh yang ditimbulkannya,
khususnya pengaruhnya terhadap efisiensi dan distribusi pengaruh kebijakan
terhadap efisiensi artinya bagaimana penggunaan faktor-faktor produksi yang ada
dalam perekonomian itu dimanfaatkan untuk kepentingan produksi. Dengan
kebijakan yang baru itu, produksi akan meningkat atau justru sebaliknya.
Pengaruh suatu kebijakan terhadap disribusi pendapatan dan kesempatan kerja,
pada umumnya juga disebabkan oleh adanya realokasi faktor produksi antar sektor
maupun antar wilayah. Demikian pula halnya dengan kebijakan perpajakan. Pajak
dapat mempengaruhi produksi dan distribusi. Pengaruh pajak terhadap produksi
nampak lewat kemampuan dan kemauan untuk bekerja, menabung dan berinvestasi.
d. Hasil
dari Perdagangan Luar Negeri
Bantuan Luar Negeri adalah aliran modal dari luar negeri
berupa bantuan dari pihak resmi seperti badan-badan internasional dan dari
pemerintah negara lain. Bantuan luar negeri berfungsi untuk mengatasi
masalah-masalah seperti berikut:
-Saving gap, tabungan pemerintah yang tidak mampu untuk
membiayai pembangunan.
-Foreign exchange gap, mata uang asing (devisa) yang
tersedia tidak cukup untuk membiayai impor.
-Pinjaman dan penanaman modal.
Modal asing yang merupakan pinjaman dari luar negara-negara
maju ke negara-negara berkembang, mempunyai sifat :
-Penanaman modal langsung yaitu penanaman modal yang
dilakukan dengan cara mendirikan perusahaan di negara berkembang.
-Modal portofolio yaitu pembelian obligasi atau saham-saham
perusahaan domestik oleh investor asing.
-Pinjaman ekspor merupakan pinjaman jangka panjang dengan
bunga tinggi, yaitu memberi kesempatan kepada pengusaha di negara berkembang
untuk membeli peralatan modal yang harus dibayar dalam jangka waktu lima tahun.
2. Pembangunan berwawasan
lingkungan
adalah pembangunan berkelanjutan yang mengoptimalkan
manfaat sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan cara menserasikan
aktivitas manusia dengan kemampuan sumber daya alam untuk menopangnya.
Berikut beberapa contoh pembangunan berwawasan lingkungan,
antara lain :
-Pembatasan penggunaan bahan bakar fosil, agar dapat
menyelamatkan iklim dan kelangkaan bahan bakar di masa yang akan datang
-Penggunaan Green Energy (energi hijau) di masa depan seperti penggunaan energi matahari, angin maupun air sebagai pembangkit listrik
-Penggunaan barang bekas atau barang hasil daur ulang untuk keperluan sehari-hari
-Penggunaan plastik organik, yang bisa terurai
-Selalu membawa keranjang belanja atau kantong/tas barang sendiri ketika berbelanja, agar dapat mengurangi jumlah sampah yang dapat merusak lingkungan
-Pelestarian hutan, dengan cara tidak menebangnya atau mengkonversi menjadi lahan permukiman.
-Reklamasi lahan tandus
-Pengolahan sampah dengan cara 4R yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang) dan Replace (mengganti)
-Mengurangi penggunaan insektisida yang berlebihan
-Penggunaan barang yang terbuat dari bahan ramah lingkungan
-Menjaga terumbu karang yang terdapat di lautan, tidak menggunakan bom ikan serta sangat dilarang menggunakan pukat harimau, agar benih-benih ikan di lautan maupun perairan lainnya tidak berkurang
-Menghemat penggunaan kertas, karena kertas diproduksi dari kayu, sehingga penggunaan kertas yang berlebihan dapat berdampak pada penebangan pohon yang semakin tak terkendali
-Industri yang ramah lingkungan, selalu melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebelum mendirikan pabrik, serta memiliki solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang akan ditimbulkan oleh industri tersebut di masa depan
-Penggunaan Green Energy (energi hijau) di masa depan seperti penggunaan energi matahari, angin maupun air sebagai pembangkit listrik
-Penggunaan barang bekas atau barang hasil daur ulang untuk keperluan sehari-hari
-Penggunaan plastik organik, yang bisa terurai
-Selalu membawa keranjang belanja atau kantong/tas barang sendiri ketika berbelanja, agar dapat mengurangi jumlah sampah yang dapat merusak lingkungan
-Pelestarian hutan, dengan cara tidak menebangnya atau mengkonversi menjadi lahan permukiman.
-Reklamasi lahan tandus
-Pengolahan sampah dengan cara 4R yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang) dan Replace (mengganti)
-Mengurangi penggunaan insektisida yang berlebihan
-Penggunaan barang yang terbuat dari bahan ramah lingkungan
-Menjaga terumbu karang yang terdapat di lautan, tidak menggunakan bom ikan serta sangat dilarang menggunakan pukat harimau, agar benih-benih ikan di lautan maupun perairan lainnya tidak berkurang
-Menghemat penggunaan kertas, karena kertas diproduksi dari kayu, sehingga penggunaan kertas yang berlebihan dapat berdampak pada penebangan pohon yang semakin tak terkendali
-Industri yang ramah lingkungan, selalu melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebelum mendirikan pabrik, serta memiliki solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang akan ditimbulkan oleh industri tersebut di masa depan
3. Tedapat beberapa komponen
pendapatan nasional, antara lain :
a. Produk
Nasional Bruto (PNB) = Gross National Product(GNP)
GNP merupakan standar umum untuk mengukur kegiatan
ekonomi dalam suatu negara. Di dalam Produk Nasional Bruto atau GNP, nilai
semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara selama satu periode
tertentu dihitung untuk melihat besarnya pendapatan nasional.
Yang dihitung dalam GNP adalah produksi yang dilakukan oleh
penduduk negara yang bersangkutan, baik yang berada di dalam maupun di luar
negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang asing yang sedang berada di
negara tersebut tidak dihitung. Namun, barang dan jasa yang dihasilkan penduduk
negara tersebut di luar negeri akan diterima kembali dan transaksi penerimaan
kembali itu disebut sebagai "pembayaran luar negeri."
Barang dan jasa yang dihitung dengan menggunakan GNP adalah
hanya barang dan jasa yang final atau akhir saja. Hal ini dimaksudkan agar
tidak terjadi perhitungan berulang. Contoh : kita tidak menambahkan harga
sebuah chip pada harga sebuah komputer. Namun, harga yang harus dibayar oleh
konsumen pembeli komputer itu sudah termasuk harga chip tersebut.
GNP juga hanya memperhitungkan barang-barang yang baru saja.
Penjualan mobil bekas atau penjualan telepon selular second, tidak
diperhitungkan dalam GNP. Hal ini dilakukan karena semacam itu tidak menambah
produksi negara, namun hanya memindahtangankan produk dari satu orang ke orang
yang lain.
b. Produk
Domestik Bruto (PDB) = Gross Domestic Product(GDP)
Produk Domestik Bruto atau GDP adalah nilai semua barang dan
jasa yang diproduksi oleh suatu negara selama satu periode tertentu. Meskipun
demikian, sebenarnya GDP menghitung dua hal sekaligus, yakni pendapatan total
setiap orang dalam suatu perekonomian, serta pengeluaran total atas seluruh
output (berupa barang dan jasa) dari perekonomian negara tersebut.
GDP berbeda dengan GNP karena GDP tidak memperhitungkan
barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk negara bersangkutan yang berada
di luar negeri. Namun, GDP memperhitungkan produksi yang dihasilkan oelh
warga negara asing yang berada di negara tempat ia tinggal. Barang dan jasa
yang dihasilkan oleh orang asing akan dikembalikan ke negara asalnya, dan
transaksinya dinamakan "pembayaran ke luar negeri".
c. Produk
Nasional Netto (PNN) = Net National Product(NNP)
Pada dasarnya, nilai suatu benda dalam jangka waktu tertentu
dapat menurun karena terus menerus dipakai. Misalnya mobil. Harga mobil yang
telah dipakai setahun tentu saja berbeda dengan mobil yang baru saja keluar
dari pabrik dan belum pernah dipakai sebelumnya. GNP tidak memperhitungkan hal
ini. GNP tidak memperhitungkan depresiasi atau penyusutan nilai dari suatu
barang tertentu.
Karena itulah ada istilah Produk Nasional Netto (PNN)
atau Net National Product (NNP).
Produk Nasional Netto atau NNP adalah GNP dikurangi
penyusutan barang-barang modal yang ada selama satu periode tertentu.
Jumlah NNP sama dengan jumlah pendapatan Rumah Tangga Konsumsi sebagai
imbalan atas penyerahan faktor produksi sehingga NNP disebut juga dengan
Pendapatan Nasional Netto atau NNI (Net National Income). Namun demikian,
jumlah ini belum seluruhnya diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi (pemilik faktor
produksi) sebab masih harus dikurangi lagi dengan pajak tidak langsung.
d. Pendapatan
Nasional (PN) = National Income (NI)
Pendapatan Nasional adalah NNP atau NNI dikurangi pajak
tidak langsung. Jumlah inilah yang diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi (pemilik
faktor produksi). Dengan kata lain, Pendapatan Nasional adalah imbalan yang
diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi dalam suatu negara atas penyerahan
faktor-faktor produksi selama satu periode.
Seperti GNP dibagi dalam empat area aktivitas ekonomis, NI
dibagi menjadi lima tipe pendapatan, yaitu:
1. Upah dan gaji yang dibayarkan kepada pekerja.
2. Pendapatan yang didapat oleh seorang wiraswasta atau
individu, termasuk petani dan pemilik perusahaan perseorangan.
3. Pendapatan dari sewa
4. Keuntungan perusahaan
5. Bunga dari simpanan dan investasi yang diterima oleh
individu.
e. Pendapatan
Perseorangan (PP) = Personal Income (PI)
Pendapatan perseorangan atau PI adalah NI dikurangi jaminan
sosial, laba ditahan, pajak laba perusahaan, ditambah pembayaran pindahan
(transfer payment).
Yang dimaksud dengan pembayaran pindahan adalah pembayaran
untuk kesejahteraan atau tunjangan lain, seperti kompensasi untuk pengangguran,
jaminan sosial, dan asuransi kesehatan, yang diperuntukkan bagi individu yang
diatur oleh negara. Pembayaran pindahan ini menambah penghasilan seseorang,
namun tidak dapat dikatakan bahwa produktifitas orang tersebut bertambah
sejumlah pembayaran pindahan tersebut.
f. Pendapatan
Bebas (PB) = Disposable Income (DI)
Pendapatan Bebas atau DI adalah pendapatan yang
betul-betul menjadi hak mutlak penerima, atau dengan kata lain pendapatan yang
siap dibelanjakan dengan bebas. Besar Pendapatan Bebas sama dengan PI dikurangi
pajak tidak langsung.
g. Pendapatan
Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah
pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh
masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari
NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah
pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan,
pajak hadiah, dll.
Sumber :
0 komentar:
Posting Komentar