1. Pengertian Sistem Ekonomi
Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan.
Secara etimologi Bahasa Istilah ekonomi berasal dari bahasa oikos yang berarti keluarga, rumah tangga dan nomos adalah peraturan, aturan, hukum. Secara etimologi (bahasa), pengertian ekonomi adalah aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga
Secara umum, Pengertian sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi seluruh kegiatan perekonomian dalam masyarakat yang dilakukan pemerintah atau swasta berlandaskan prinsip tertentu dalam rangka meraih kemakmuran atau kesejahteraan.
A. Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Pendapat Para Ahli - Terdapat pendapat para ahli yang mendefinisikan pengertian sistem ekonomi yaitu sebagai berikut...
Gilarso (1992: 486) : Menurut pendapat Gilarso, pengertian sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para produse, konsumen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga terbentuk satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.
Gregory Grossman dan M. Manu : Menurut Gregory Grossman dan M. Manu, pengertian sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu yang saling menopang dan mempengaruhi.
McEachern : Pengertian sistem ekonomi menurut McEachern adalah seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana , dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).
Chestesr A Bermand : Menurut Chester A Bermand, pengertian sistem ekonomi adalah suatu kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada bagian-bagian dan masing-masing bagian memiliki ciri dan batas tersendiri.
Dumatry (1996) : Pengertian sistem ekonomi menurut Dumatry adalah suatu sistem yang mengatur dan terjalin hubungan ekonomi antar sesama manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan.
2. Macam-Macam Sistem Perekonomian
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional yaitu sebuah sistem ekonomi dalam organisasi kehidupan ekonomi yang berdasarkan kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun yang masih mengandalkan faktor produksi apa adanya.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional
Belum adanya pembagian kerja yang jelas.
Masih bergantung pada sektor pertanian/agraris.
Masih mempunyai ikatan tradisi yang sifatnya kekeluargaan, sehingga bersifat kurang dinamis.
Dalam Teknologi produksinya masih sederhana.
Kebaikan sistem ekonomi tradisonal
Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.
Keburukan sistem ekonomi tradisional
Pada Masyarakatnya masih dengan pola pikir statis
Dalam hasil produksi yang terbatas sebab hanya menggantungkan pada faktor produksi alam dan tenaga kerja secara apa adanya.
2. Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis)
Sistem ekonomi terpusat ialah suatu sistem ekonomi yang di mana pemerintah mempunyai kekuasaan yang dominan pada suatu pengaturan kegiatan ekonomi. Penguasaan nya dilakukan melalui suatu pembatasan-pembatasan terhadap suatu kegiatan ekonomi yang dikerjakan oleh anggota masyarakat. Negara yang menganut sistem ekonomi terpusat ini yaitu antara lain: Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet).
Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat
Semua kegiatan perekonomian diatur dan ditetapkan oleh pemerintah baik dari produksi, distribusi, maupun konsumsi serta penepatan harga
Tidak adanya kebebabasan dalam berusaha karena hak milik perorangan atau swasta tidak diakui
Semua alat-alat produksi dikuasai oleh negara.
Kebaikan sistem ekonomi terpusat
Pemerintah bisa melakukan suatu pengawasan dan pengendalian dengan mudah
Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua kegiatan perekonomian.
Pada Kemakmuran di masyarakat merata.
Terdapat suatu perencanaan pembangunan yang lebih cepat direalisasikan.
Keburukan sistem ekonomi terpusat
Adanya penindasan daya kreasi masyarakat yang sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah.
Adanya pasar gelap yang diakibatkan adanya suatu pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
Masyarakat tidak dijamin dalam hal memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta dalam memilih barang konsumsi yang dikehendaki.
Pemerintah bersifat paternalistis, yang artinya aturan yang ditetapkan oleh pemerintah semuanya benar dan harus dipatuhi
3. Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
Sistem ekonomi liberal yaitu suatu sistem ekonomi yang berdasarkan kebebasan seluas-luasnya bagi semua masyarakat dalam kegiatan perekonomian tanpa adanya campur tangan daripada pemerintah. Suatu kondisi yang dimana pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan suatu keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut dengan laissez-faire. Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal yaitu antara lain: Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Indonesia {yang|dengan} pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an.
Ciri-ciri sistem ekonomi liberal
Swasta/masyarakat diberikan banyak kebebasan dalam melaksanakan suatu kegiatan perekonomian
Mempunyai kebebasan dalam memiliki barang modal (barang kapital).
Dalam melakukan suatu tindakan ekonomi dilandasi atas semangat untuk mencari suatu keuntungan sendiri.
Kebaikan sistem ekonomi liberal
Adanya suatu persaingan yang mendorong pada kemajuan usaha.
Adanya campur tangan pemerintah dalam suatu kegiatan perekonomian ekonomi kecil yang sehingga memberikan kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.
Adanya produksi yang berdasarkan pada permintaan pasar maupun kebutuhan masyarakat.
Adanya pengakuan hak milik oleh negara, memberikan mansyarakat semangat dalam berusaha.
Keburukan sistem ekonomi liberal
Adanya suatu praktik persaingan tidak sehat, yakni adanya penindasan bagi pihak lemah.
Bisa menimbulkan monopoli yang dapat merugikan masyarakat.
Munculnya praktik yang tidak jujur yang dengan berlandaskan mengejar sebuah keuntungan yang sebesar-besarnya, yang sehingga kepentingan umum biasa tidak diperhatikan atau dikesampingkan.
4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran yaitu suatu sistem ekonomi yang di satu sisi sih pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat dalam berusaha melakukan suatu kegiatan ekonomi, akan tetapi disisi lain pemerintah mempunyai campur tangan dalam perekonomian dengan tujuan untuk menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat pada sumber daya ekonomi.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran
Adanya suatu pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang menguasai hidup orang banyak yang dikuasai oleh negara.
Adanya campur tangan pemerintah terhadap suatu mekanisme pasar yang melalui berbagai kebijakan ekonomi
Adanya mekanisme suatu kegiatan perekonomian terdapat campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi.
Adanya hak milik perorangan yang diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
Kebaikan sistem ekonomi campuran
Adanya Sektor ekonomi yang dikuasai oleh pemerintah yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat.
Adanya hak individu/swasta yang diakui dengan jelas.
Pada Harga lebih mudah untuk dikendalikan.
Keburukan sistem ekonomi campuran
Adanya peranan pemerintah lebih berat dibandingkan dengan swasta.
Munculnya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam pemerintah karena banyak sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah sedangkan sedikit sekali pada pengawasannya
5. Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi Pancasila yaitu sistem ekonomi yang didasari dari jiwa ideologi Pancasila yang dalamnya terdapat makna demokrasi ekonomi yakni suatu kegiatan ekonomi yang berdasarkan usaha bersama dengan asas kekeluargaan dan kegotong royongan dari, oleh, dan untuk rakyat dalam bimbingan dan pengawasan pemerintah.
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Pancasila
Ciri-ciri pokok sistem ekonomi Pancasila terdapat pada UUD 1945 Pasal 33
GBHN Bab III B No. 14.
Pasal Perkara 33 Setelah Amandemen 2002
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat
Perekonomian nasional diselenggarakan atas dasar demokrasi ekonomi yang secara prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga suatu keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Ketentuan lebih lanjut dalam mengenai pelaksanaan pasal diatur dalam undang-undang.
GBHN Bab III B No. 14
Pembangunan ekonomi yang didasarkan kepada demokrasi ekonomi menentukan masyarakat memegang peranan aktif dalam suatu kegiatan pembangunan. Oleh karenanya maka pemerintah berkewajiban untuk memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap sebuah pertumbuhan ekonomi serta untuk menciptakan iklim yang sehat untuk perkembangan dunia usaha; sebaliknya dunia usaha perlu memberikan suatu tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan kegiatan {yang|dengan} nyata.
3. Landasan Sistem ekonomi di Indonesia
a. Landasan Idiil Sistem Perekonomian Indonesia
Landasan Idiil Ekonomi Indonesia adalah Pancasila , yaitu berarti kegiatan ekonomi Indonesia berdasarkan beberapa asas .
· Berketuhanan
Artinya bahwa kegiatan ekonomi harus memperhatikan aturan dan ajaran agama yang dianut .
· Berperikemanusiaan
Artinya bahwa kegiatan ekonomi harus memperhatikan kepentingan manusia dan tidak menyengsarakan satu sama lain .
· Berprinsip persatuan
Artinya bahwa kegiatan ekonomi harus menjamin persatuan , dan tidak menimbulkan perpecahan bangsa
· Demokratis
Artinya bahwa kegiatan ekonomi harus berpusat pada rakyat , dan dikelola secara kekeluargaan ,
· Berkeadilan sosial
Artinya bahwa kegiatan ekonomi dan hasilnya harus dikelola dan dimanfaatkan secara adil dan merata bagi seluruh rakyat .
b. Landasan Konstitusional Sistem Perekonomian Indonesia
Landasan Konstitusional perekonomian Indonesia adalah UUD 1945 pasal 33 ayat 1 , 2 ,dan 3 yang tersurat sebagai berikut :
· Perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan .
· Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai olaeh negara.
· Bumi , air , dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara , dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat .
Pada pasal itu tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi Indonesia dilakukan dengan kerjasama antar pelaku ekonomi . Semua kegiatan ekonomi dilakukan oleh semua namun tetap diawasi oleh pemerintah . Dan seluruh yanga da diIndonesia merupakan milik negara dan semua warga negara dapat memanfaatkannya dengan baik .
Dan tetap memperhatikan sistem perekonomian Indonesia . Yakni Unsur komando yang merupakan pemerintah tetap ikut campur dalam kehidupan ekonomi. Unsur bebas yang kegiatan produksi dikelola oleh masyarakat umum
c. Landasan Operasional Sistem Perekonomian Indonesia .
Landasan operasional Sistem Perekonomian Indonesia yaitu GBHN menurut TAP MPR No. 11/MPR/1993 tentang GBHN , telah ditetapkan bahwa dalam sistem demokrasi ekonomi Indonesia tidak dibenarkan adanya ciri-ciri negatif berikut ini.
· Sistem Free Fight Liberalism (persaingan bebes ala liberal).
Yaitu persaingan bebas yang mematikan usaha masyarakat lemah .
· Sistem Etatisme
Yaitu penguasaan kegiatan ekonomi sepenuhnya oleh negara / pemerintah , sehingga mematikan kemampuan ekonomi masyarakat .
· Monopoli
Yaitu pemusatan kekuatan ekonomi yang bisa merugikan masyarakat umum.
4. Pendapat saya jika saya sebagai pengambil kebijakan ekonomi
Jika saya sebagai pengambil kebijakan ekonomi saya akan memilih pemerataan pembangunan atau ekonomi karena dengan pemerataan ekonomi otomatis seluruh kalangan rakyat/masyarakat dari golongan bawah dan atas bisa merasakan hasil dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Dengan pemerataan ekonomi dapat memperbaiki tingkat kehidupan rakyat sehingga dapat mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia.
Sementara pertumbuhan ekonomi hanya golongan tertentu saja yaitu kaum pengusaha atau yang berkuasa yang merasakannya
Sumber:
http://www.artikelsiana.com/2015/06/sistem-ekonomi-pengertian-fungsi-macam-jenis-ciri.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian
http://www.gurupendidikan.com/pengertian-fungsi-dan-macam-macam-sistem-ekonomi-beserta-ciri-cirinya-terlengkap/
http://apikgoregrind.blogspot.co.id/2013/03/landasan-perekonomian-indonesia.html
0 komentar:
Posting Komentar