1. FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI PERTIMBANGAN DALAM MEMILIH BENTUK
BADAN USAHA
Pertimbangan dalam Memilih
Badan Usaha
Pendirian suatu badan hukum perusahaan haruslah memenuhi
persyaratan yang telah ditetapkan. Ada beberapa faktor untuk memilih badan
usaha yang akan dijalankan. Dalam praktiknya, pertimbangan utama pemilihan
bentuk badan hukum perusahaan antara lain:
1. Jenis usaha yang dijalankan
Hal pertama yang dipertimbangkan adalah jenis usaha apa yang akan
dijalankan. Sesuai dengan keinginan, badan usaha yang akan dijalankan bisa
dalam bentuk perdagangan, industri dsb. Orang yang ingin membuka usaha, harus
selektif dalam memilih jenis usaha yang mengeluarkan modal tidak terlalu besar
dengan resiko kerugian kecil.
2. Batas wewenang dan tanggung jawab pemilik
Ketika menjalankan bisnis, ada 2 hal yang sangat erat berkaitan,
yaitu mengenai pengambilan keputusan dan batas kewenangan dalam menjalankan
bisnis. Karakter badan usaha sangat menentukan hal ini. Karena tidak semua
badan usaha memiliki pemisahan tanggung jawab antara pemilik dengan badan
usahanya. Dalam hal memilih CV atau Firma sebagai badan usaha, ketika timbul
suatu kerugian, maka kerugian tersebut menjadi tanggung jawab pemiliknya juga,
hingga ke harta pribadi. Berbeda dengan Perseroan Terbatas, dimana ada
keterbatasan tanggung jawab.
3. Kapasitas Keuangan dan Kemudahan Pendirian
Umumnya para pebisnis berskala kecil, ingin memilih pendirian
badan usaha yang prosesnya sederhana dan biaya sesuai dengan kapasitas
keuangannya. Ketika budgetnya tidak mencukupi untuk mendirikan Perseroan
Terbatas, seringkali badan yang dipilih adalah CV. Namun yang harus
diperhatikan adalah karakter dari badan usaha yang dipilih berikut tanggung
jawabnya.
4. Kemudahan memperoleh modal
Dalam bisnis, pemisahan keuangan pribadi dengan bisnis adalah hal
mutlak. Ketika membuat badan usaha, diharapkan dapat membuat rekening atas nama
perusahaan tersebut. Sehingga, untuk keperluan permodalan, akan dapat dengan
mudah mengajukan ke perbankan atau investor apabila cash flow yang telah
berdiri sendiri dan berjalan baik dari bisnis tersebut sudah diletakkan pada
wadah khusus, yaitu rekening perusahaan.
5. Besarnya resiko kepemilikan
Para pengusaha harus memikirkan resiko-resiko yang akan terjadi
dalam perusahaannya. Misalnya pengusaha dalam bidang industri akan menggunakan
alat-alat produksi yang membutuhkan perawatan sesering mungkin agar terhindar
dari resiko kerusakan, cacat, dll.
6. Perkembangan usaha
Pengusaha haruslah visioner, oleh karena itu optimisme dalam
mengembangkan bisnis juga merupakan pertimbangan dalam memilih badan usaha.
Seiring dengan perkembangan bisnis, maka tidak hanya omset yang makin besar,
namun resikonya juga makin besar. Oleh karena itu perlu disesuaikan dan
dipersiapkan strategi memilih badan usaha yang tepat.
7. Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha
Agar usaha dapat terkoordinir dengan baik, pengusaha hendaknya
melibatkan pihak-pihak lain yang dapat mendukung jalannya perusahaan.
Pihak-pihak tersebut ditempatkan pada bagian-bagian yang sesuai dengan
kemampuan yang dimiliki.
8. Kewajiban dari peraturan pemerintah
Sebagai warga Negara yang baik, pengusaha harus memperhatikan
peraturan-peraturan pemerintah seperti ijin industri, NPWP, akta notaries,
pajak dan ijin domilisi.
Dengan mempertimbangkan beberapa faktor di atas, maka diharapkan
badan usaha yang dipilih benar-benar sesuai dengan harapan pemiliknya. Seiring
dengan perkembangan bisnisnya, maka pemilihan badan usaha juga harus memiliki
visi yang jauh ke depan.
2. ALASAN MENGAPA SESEORANG CENDERUNG MERUBAH
PERUSAHAAN PERSEORANGAN KEBENTUK USAHA PERSEROAN TERBATAS / PT
Melihat dari kelemahan yang dimiliki dalam bentuk
usaha perseorangan, bentuk ini hanya memiliki sedikit modal karena hanya
terdiri dari satu pemilik sehingga sukar untuk dikembangkan. Selain keuntungan
penuh yang diperoleh pemilik, kerugian penuh juga diraihnya karena usaha hanya
dimiliki seorang diri. Hidup dan mati usaha itu hanya ada di tangan seseorang
pendiri badan usaha tersebut. Sedangkan badan usaha bentuk perseroan terbatas
modalnya berasal dan dimiliki oleh beberapa orang yang jumlahnya menjadi lebih
banyak dibandingkan dengan perseorangan, dengan modal yang lebih banyak inilah
dapat diraih keuntungan yang lebih banyak pula. Dilihat dari kelebihan yang
dimiliki PT inilah pada akhirnya orang cenderung memilih bentuk perusahaan
tersebut.
3. KOPERASI
A. BENTUK USAHA KOPERASI YANG COCOK DENGAN BENTUK USAHA RAKYAT INDONESIA.
Karena
landasan negara Indonesia adalah gotong royong. Berdasarkan pengalaman,
kegiatan saling membantu (gotong royong, solidaritas, dan perhitungan
ekonomi) diantara individu dan usaha akan lebih berhasil mengatasi permasalahan
baik sosial maupun ekonomi. Apalagi dalam menghadapi ekonomi pasar dimana
persaingan pasar sangat ketat akan menyebabkan UKM semakin tidak berdaya.
Dalam ketidak berdayaan ekonomi seperti ini kekuatan-kekuatan
ekonomi seperti usaha besar akan menguasai UKM baik dalam pemasaran hasil
produksi maupun dalam penyediaan sarana-sarana produksi.
Hal ini menyebabkan usaha-usaha kecil dan menengah harus bergabung dalam suatu wadah (organisasi), dengan saling membantu dan bekerja sama tidak saja untuk menghadapi oligopolies dan monopolis, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan berproduksi dan memasarkan hasil produksinya. Organisasi tersebut dinamakan koperasi. Dalam bab ini akan diuraikan sejarah perintisan perkembangan organisasi koperasi yang dimulai dari Eropa dan disebar luaskan keseluruh dunia termasuk Indonesia.
Para pelopor koperasi telah berhasil memprakarsai organisasi-organisasi koperasi dan mengembangkan gerakan koperasi, gagasannya dan mengembangkan struktur organisasi koperasi tertentu terutama yang dapat diadaptasikan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan, kepentingan-kepentingan khusus dan pada situasi nyata dari kelompok-kelompok orang-orang yang berbeda lingkungan ekonomis dan social budaya. Mereka dalam mendirikan tipe koperasi tertentu dengan melalui proses “trial and errors” yang akhirnya berhasil membentuk organisasi koperasi. Dalam melaksanakan fungsi-fungsi inovatif sebagai pemrakarsa – pemrakarsa sebagai pengusaha-pengusaha koperasi yang membuka jalaln disebut promotor koperasi.
Hal ini menyebabkan usaha-usaha kecil dan menengah harus bergabung dalam suatu wadah (organisasi), dengan saling membantu dan bekerja sama tidak saja untuk menghadapi oligopolies dan monopolis, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan berproduksi dan memasarkan hasil produksinya. Organisasi tersebut dinamakan koperasi. Dalam bab ini akan diuraikan sejarah perintisan perkembangan organisasi koperasi yang dimulai dari Eropa dan disebar luaskan keseluruh dunia termasuk Indonesia.
Para pelopor koperasi telah berhasil memprakarsai organisasi-organisasi koperasi dan mengembangkan gerakan koperasi, gagasannya dan mengembangkan struktur organisasi koperasi tertentu terutama yang dapat diadaptasikan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan, kepentingan-kepentingan khusus dan pada situasi nyata dari kelompok-kelompok orang-orang yang berbeda lingkungan ekonomis dan social budaya. Mereka dalam mendirikan tipe koperasi tertentu dengan melalui proses “trial and errors” yang akhirnya berhasil membentuk organisasi koperasi. Dalam melaksanakan fungsi-fungsi inovatif sebagai pemrakarsa – pemrakarsa sebagai pengusaha-pengusaha koperasi yang membuka jalaln disebut promotor koperasi.
B. MENGAPA
KOPERASI DI INDONESIA SULIT BERKEMBANG
Koperasi merupakan badan usaha bersama yang bertumpu
pada prinsip ekonomi kerakyatan yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh koperasi seperti efisiensi biaya serta
dari peningkatan economies of scale jelas menjadikan koperasi sebagai sebuah
bentuk badan usaha yang sangat prospekrif di Indonesia. Namun, sebuah fenomena
yang cukup dilematis ketika ternyata koperasi dengan berbagai kelebihannya
ternyata sangat sulit berkembang di Indonesia. Koperasi bagaikan mati suri
dalam 15 tahun terakhir. Koperasi Indonesia yang berjalan di tempat atau justru
malah mengalami kemunduran.
Pasang-surut Koperasi di Indonesia dalam
perkembangannya mengalami pasang dan surut. Saat ini pertanyaannya adalah
“Mengapa Koperasi sulit berkembang?” Padahal, upaya pemerintah untuk
memberdayakan Koperasi seolah tidak pernah habis. Bahkan, bisa dinilai, mungkin
amat memanjakan. Berbagai paket program bantuan dari pemerintah seperti kredit
program: KKop, Kredit Usaha Tani (KUT), pengalihan saham (satu persen) dari
perusahaan besar ke Koperasi, skim program KUK dari bank dan Kredit Ketahanan
Pangan (KKP) yang merupakan kredit komersial dari perbankan, Permodalan
Nasional Madani (PNM), terus mengalir untuk memberdayakan gerakan ekonomi
kerakyatan ini. Tak hanya bantuan program, ada institusi khusus yang menangani
di luar Dekopin, yaitu Menteri Negara Urusan Koperasi dan PKM (Pengusaha Kecil
Menengah), yang sebagai memacu gerakan ini untuk terus maju. Namun,
kenyataannya, Koperasi masih saja melekat dengan stigma ekonomi marjinal,
pelaku bisnis yang perlu “dikasihani”.
1. Kurangnya Partisipasi
Anggota
Bagaimana
mereka bisa berpartisipasi lebih kalau mengerti saja tidak mengenai apa itu
koperasi. Hasilnya anggota koperasi tidak menunjukkan partisipasinya baik itu
kontributif maupun insentif terhadap kegiatan koperasi sendiri. Kurangnya
pendidikan serta pelatihan yang diberikan oleh pengurus kepada para anggota
koperasi ditengarai menjadi faktor utamanya, karena para pengurus beranggapan
hal tersebut tidak akan menghasilkan manfaat bagi diri mereka pribadi. Kegiatan
koperasi yang tidak berkembang membuat sumber modal menjadi terbatas.
Terbatasnya usaha ini akibat kurangnya dukungan serta kontribusi dari para
anggotanya untuk berpartisipasi membuat koperasi seperti stagnan. Oleh karena
itu, semua masalah berpangkal pada partisipasi anggota dalam mendukung terbentuknya
koperasi yang tangguh, dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya, serta
masyarakat sekitar.
2. Sosialisasi
Koperasi
Tingkat
partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi yang
belum optimal. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu
hanya untuk melayani konsumen seperti biasa, baik untuk barang konsumsi atau
pinjaman. Artinya masyarakat belum tahu esensi dari koperasi itu sendiri, baik
dari sistem permodalan maupun sistem kepemilikanya. Mereka belum tahu betul
bahwa dalam koperasi konsumen juga berarti pemilik, dan mereka berhak
berpartisipasi menyumbang saran demi kemajuan koperasi miliknya serta berhak
mengawasi kinerja pengurus. Keadaan seperti ini tentu sangat rentan terhadap
penyelewengan dana oleh pengurus, karena tanpa partisipasi anggota tidak ada
kontrol dari anggota nya sendiri terhadap pengurus.
3. Manajemen
Manajemen
koperasi harus diarahkan pada orientasi strategik dan gerakan koperasi harus
memiliki manusia-manusia yang mampu menghimpun dan memobilisasikan berbagai
sumber daya yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang usaha. Oleh karena itu
koperasi harus teliti dalam memilih pengurus maupun pengelola agar badan usaha
yang didirikan akan berkembang dengan baik.
Ketidak
profesionalan manajemen koperasi banyak terjadi di koperasi koperasi yang
anggota dan pengurusnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah. contohnya
banyak terjadi pada KUD yang nota bene di daerah terpencil. Banyak sekali KUD
yang bangkrut karena manajemenya kurang profesional baik itu dalam sistem
kelola usahanya, dari segi sumberdaya manusianya maupun finansialnya. Banyak
terjadi KUD yang hanya menjadi tempat bagi pengurusnya yang korupsi akan dana
bantuan dari pemerintah yang banyak mengucur.
4. Permodalan
Kurang
berkembangnya koperasi juga berkaitan sekali dengan kondisi modal keuangan
badan usaha tersebut. Kendala modal itu bisa jadi karena kurang adanya dukungan
modal yang kuat dan dalam atau bahkan sebaliknya terlalu tergantungnya modal
dan sumber koperasi itu sendiri. Jadi untuk keluar dari masalah tersebut harus
dilakukan melalui terobosan structural, maksudnya dilakukannya restrukturasi
dalam penguasaan factor produksi, khususnya permodalan.
Kepala Dinas
Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah Muhammad Hajir
Hadde, SE. MM menyebutkan salah satu hambatan yang dihadapi selama ini
diantaranya manajemen dan modal usaha. Hal itu dikatakannya dihadapan
peserta Diklat Koperasi Simpan Pinjam KSP dan Unit Simpan Pinjam USP yang saat
ini sedang berlangsung di Palu. Untuk mengantisipasi berbagai hambatan
dimaksud khususnya manajemen Dinas Kumperindag selaku leading sector terus
berupaya mengatasinya melalui pendidikan dan pelatihan serta pemberian modal
usaha.
5. Sumber
Daya Manusia
Banyak
anggota, pengurus maupun pengelola koperasi kurang bisa mendukung jalannya
koperasi. Dengan kondisi seperti ini maka koperasi berjalan dengan tidak
profesional dalam artian tidak dijalankan sesuai dengan kaidah sebagimana usaha
lainnya.
Dari sisi
keanggotaan, sering kali pendirian koperasi itu didasarkan pada dorongan yang
dipaksakan oleh pemerintah. Akibatnya pendirian koperasi didasarkan bukan dari
bawah melainkan dari atas. Pengurus yang dipilih dalam rapat anggota seringkali
dipilih berdasarkan status sosial dalam masyarakat itu sendiri. Dengan demikian
pengelolaan koperasi dijalankan dengan kurang adanya control yang ketat dari
para anggotanya.
Pengelola
ynag ditunjuk oleh pengurus seringkali diambil dari kalangan yang kurang
profesional. Sering kali pengelola yang diambil bukan dari yang berpengalaman
baik dari sisi akademis maupun penerapan dalam wirausaha.
6. Kurangnya
Kesadaran Masyarakat
Perkembangan
koperasi di Indonesia yang dimulai dari atas (bottom up) tetapi dari atas (top
down),artinya koperasi berkembang di indonesia bukan dari kesadaran masyarakat,
tetapi muncul dari dukungan pemerintah yang disosialisasikan ke bawah. Berbeda
dengan yang di luar negeri, koperasi terbentuk karena adanya kesadaran
masyarakat untuk saling membantu memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan yang
merupakan tujuan koperasi itu sendiri, sehingga pemerintah tinggal menjadi
pendukung dan pelindung saja. Di Indonesia, pemerintah bekerja double selain
mendukung juga harus mensosialisasikanya dulu ke bawah sehingga rakyat menjadi
mengerti akan manfaat dan tujuan dari koperasi.
7. “Pemanjaan
Koperasi”
Pemerintah
terlalu memanjakan koperasi, ini juga menjadi alasan kuat mengapa koperasi
Indonesia tidak maju maju. Koperasi banyak dibantu pemerintah lewat dana dana
segar tanpa ada pengawasan terhadap bantuan tersebut. Sifat bantuanya pun tidak
wajib dikembalikan. Tentu saja ini menjadi bantuan yang tidak mendidik,
koperasi menjadi ”manja” dan tidak mandiri hanya menunggu bantuan selanjutnya
dari pemerintah. Selain merugikan pemerintah bantuan seperti ini pula akan
menjadikan koperasi tidak bisa bersaing karena terus terusan menjadi benalu
negara. Seharusnya pemerintah mengucurkan bantuan dengan sistem pengawasan nya
yang baik, walaupun dananya bentuknya hibah yang tidak perlu dikembalikan.
Dengan demikian akan membantu koperasi menjadi lebih profesional, mandiri dan
mampu bersaing.
8. Demokrasi
ekonomi yang kurang
Dalam arti
kata demokrasi ekonomi yang kurang ini dapat diartikan bahwa masih ada banyak
koperasi yang tidak diberikan keleluasaan dalam menjalankan setiap tindakannya.
Setiap koperasi seharusnya dapat secara leluasa memberikan pelayanan terhadap
masyarakat, karena koperasi sangat membantu meningkatkan tingkat kesejahteraan
rakyat oleh segala jasa – jasa yang diberikan, tetapi hal tersebut sangat jauh
dari apa ayang kita piirkan. Keleluasaan yang dilakukan oleh badan koperasi
masih sangat minim, dapat dicontohkan bahwa KUD tidak dapat memberikan pinjaman
terhadap masyarakat dalam memberikan pinjaman, untuk usaha masyarakat itu
sendiri tanpa melalui persetujuan oleh tingkat kecamatan dll. Oleh karena itu
seharusnya koperasi diberikan sedikit keleluasaan untuk memberikan pelayanan
terhadap anggotanya secara lebih mudah, tanpa syarat yang sangat sulit
4. Contoh Bentuk Usaha yang
Bergerak dalam Komuditi Maju Era Sekarang
Banyak peluang bisnis baru yang bisa dimanfaatkan sebagai
suatu usaha yang sangat menguntungkan.Dibawah ini usaha-usaha yang maju saat
ini:
Kami tempatkan bisnis online pada urutan pertama sebagai peluang
bisnis menguntungkan karena perkembangan internet di Indonesia semakin pesat.
Diiringi dengan perkembangan teknologi komunikasi data yang semakin maju serta
kompetisi antar penyedia layanan internet yang makin ketat sehingga dalam
konteks harga sudah semakin bisa terjangkau oleh masyarakat luas. Aksesnya pun
sudah tidak sebatas hanya pada komputer desktop maupun laptop tapi sudah
merambah hingga pada pemakai gadget telpon pintar atau smartphone.
Kemudahan yang disebutkan diatas membuat banyak peluang yang bisa
dimanfaatkan secara luas oleh para pelaku bisnis. Salah satunya adalah sebagai
sarana penjualan yang murah dan cepat dengan jangkauan tak terbatas. Hal itu
bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha terutama sektor mikro, kecil, maupun
menengah sehingga bisa memangkas biaya pemasaran untuk promosi produk yang
mereka hasilkan.
Bisnis online juga bisa menjadi peluang usaha sampingan yang menguntungkan bagi
semua orang khususnya para ibu rumah tanggaagar dapat menjadi alternatif pemasukan
keuangan rumah tangga tambahan. Kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing
individu yang berasal dari hobi maupun bakat seharusnya dimanfaatkan secara
maksimal secara sederhana dengan memanfaatkan internet. Produk jasa maupun
barang ala rumahan seperti kerajinan, makanan kering, konsultan, bimbingan
belajar, bloging, dan lain-lainnya akan menjadi sebuah bisnis yang besar dan
menguntungkan jika jeli memanfaatkan media internet.
Tidak ada batasan dalam menjalankan bisnis secara online karena
anda bisa menjual apa saja sesuai dengan kebutuhan pasar. Bahkan anda juga bisa
berpeluang besar untuk menciptakan tren di pasaran sehingga produk yang
dimilikinya menjadi incaran banyak orang.
· Jasa Pemasaran Media Sosial
Ini masih ada kaitannya dengan bisnis online namun lebih spesifik lagi pada ranah media sosial yang banyak bertebaran di jagad internet. Anda bisa memanfaatkannya menjadi sebuah tempat pemasaran yang menarik bagi banyak orang. Ini bisa dijadikan lahan bisnis yang menguntungkan bagi anda yang memang memiliki keahlian dalam bidang marketing. Pemasaran secara online memiliki dampak yang luar biasa karena bisa menjangkau secara global dalam rentang waktu pendek tanpa harus mengeluarkan biaya sangat besar layaknya sebuah pemasaran konvensional. Tempatkan diri anda sebagai tenaga pemasaran yang handal guna mempromosikan segala sesuatu di media sosial seperti Facebook, Twitter, Pinterest, Linkedin, Youtube, serta masih banyak lagi.
Ini masih ada kaitannya dengan bisnis online namun lebih spesifik lagi pada ranah media sosial yang banyak bertebaran di jagad internet. Anda bisa memanfaatkannya menjadi sebuah tempat pemasaran yang menarik bagi banyak orang. Ini bisa dijadikan lahan bisnis yang menguntungkan bagi anda yang memang memiliki keahlian dalam bidang marketing. Pemasaran secara online memiliki dampak yang luar biasa karena bisa menjangkau secara global dalam rentang waktu pendek tanpa harus mengeluarkan biaya sangat besar layaknya sebuah pemasaran konvensional. Tempatkan diri anda sebagai tenaga pemasaran yang handal guna mempromosikan segala sesuatu di media sosial seperti Facebook, Twitter, Pinterest, Linkedin, Youtube, serta masih banyak lagi.
· Produk Kerajinan
Usaha kerajinan dari waktu ke waktu semakin
berkembang dengan bertambahnya variasi produk yang dihasilkan. Peminat produk
kerajinan tidak terbatas hanya pada pasar lokal saja tetapi sudah menjangkau
berbagai belahan dunia. Melihat potensi pasar kerajinan yang masih menguntungkan
maka masih masuk dalam kategori peluang bisnis yang harus dimanfaatkan pada
tahun 2014.
Kreatifitas dalam mengembangkan ide untuk mendapatkan inovasi
produk yang menarik perlu dilakukan oleh para pengrajin agar semakin menarik
minat konsumen. Pemanfaatan bahan baku juga salah satu ide yang menguntungkan
khususnya untuk produk daur ulang. Disekitar kita banyak sekali barang tak
terpakai yang seringnya menjadi limbah sampah. Melihat kondisi tersebut
seharusnya bisa menjadi sumber ide untuk menciptakan berbagai jenis
barang-barang kerajinan yang menarik dan berguna.
· Makanan Organik
Jenis produk makanan ini dihasilkan tanpa menggunakan bahan kimia
sintetis modern seperti pupuk, dan tidak melalui proses bahan kimia tambahan
pada tahapan pengemasan akhir. Kecenderungan saat ini jumlah orang yang peduli
dengan kualitas makanan yang mereka konsumsi semakin meningkat. Pertimbangan
soal keamanan makanan yang mereka konsumsi hingga kesehatan menjadi suatu
prioritas jaman sekarang. Berdasarkan hal tersebut maka peluang usaha pada produk makanan organik menjadi
menguntungkan dimasa mendatang terutama untuk tahun 2014.
Contoh sederhana pemanfaatan pekarangan atau kebun untuk menanam
tanaman sayuran dan buah-buahan dengan menggunakan pupuk alami. Selain itu juga
bisa digunakan untuk beternak ayam kampung yang bisa diambil daging dan
telurnya. Untuk produk bahan makanan pokok seperti beras organik juga bisa
dibudidayakan. Selain itu anda juga bisa membuka gerai, warung, atau toko yang
khusus menjual bahan-bahan makanan organik. Hal ini bisa dirintis sejak
sekarang karena peluang masa depan sangat menguntungkan.5
· Usaha Franchise Makanan Ringan
Jika berbicara mengenai berbagai usaha franchise makanan, maka pada saat ini sudah cukup
banyak usaha franchise makanan dengan berbagai macam menu makanan yang dijual
yang akan dengan mudah kita jumpai. Peluang usaha tersebut memang dapat
dikatakan menjadi salah satu peluang usaha yang dapat terus dikembangkan dalam
jangka waktu yang lama, terlebih berbagai usaha makanan merupakan segmen usaha
yang tidak akan pernah ada matinya. Sehingga segmen usaha tersebut tidak akan
pernah kekurangan pangsa pasar serta peminatnya, karena sebagaimana yang telah
kita ketahui bersama bahwa makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi
setiap individual.
· Pengembang Aplikasi Smartphone
Pengguna ponsel pintar atau smartphone terakhir ini sudah semakin
meningkat dibandingkan waktu sebelumnya. Dengan berbagai produk smartphone
berbasis android, iOS, Windows Phone, dan lainnya yang sudah semakin terjangkau
oleh banyak kalangan masyarakat maka ini menjadi suatu peluang bisnis yang
menarik sekaligus menguntungkan. Jasa pengembang aplikasi untuk ponsel akan
terus mengalami booming hingga tahun 2014. Jika anda memiliki kemampuan sebagai
seorang pengembang maupun marketing ini adalah saat yang tepat untuk
mengembangkan ide dan kreatifitas secara cepat untuk mendapatkan keuntungan
yang besar.
· Bisnis pendidikan dan Kesehatan
Peluang bisnis yang menguntungkan dari bidang yang berhubungan dengan edukasi atau pendidikan seperti tempat kursus, bimbingan belajar, dsb-nya. “Sandiaga Uno pernah mengatakan : Bisnis Pendidikan dan kesehatan relatif tahan terhadap krisis dan menjadi komoditi yang menggiurkan dan menguntungkan”. Berbeda dengan industri makanan dan minuman yang cenderung sangat terpengaruh oleh kondisi dan selera pasar, industri jasa pendidikan khususnya lebih bersifat permanen dan stabil. Jika terjadi krisis dalam suatu negara orang tua tetap bersusah payah dan melakukan segalanya demi pendidikan dan kesehatan anaknya.
Peluang bisnis yang menguntungkan dari bidang yang berhubungan dengan edukasi atau pendidikan seperti tempat kursus, bimbingan belajar, dsb-nya. “Sandiaga Uno pernah mengatakan : Bisnis Pendidikan dan kesehatan relatif tahan terhadap krisis dan menjadi komoditi yang menggiurkan dan menguntungkan”. Berbeda dengan industri makanan dan minuman yang cenderung sangat terpengaruh oleh kondisi dan selera pasar, industri jasa pendidikan khususnya lebih bersifat permanen dan stabil. Jika terjadi krisis dalam suatu negara orang tua tetap bersusah payah dan melakukan segalanya demi pendidikan dan kesehatan anaknya.
Sumber
:
0 komentar:
Posting Komentar